Aktifitas di Pasar Desa Tanah Merah saat 01 dan 02 Ramadhan 1435.H/2014.M. Potret ini diambil disekitaran pasar sayur dan ikan desa Tanah merah.














Read More …

Categories:


Potret Longsor di Jalan H. Arif, RW.04 Kampung Baru - Kelurahan Kuala Enok sekitar pukul 12.00 WIB siang (20/04/2014). Dengan kerugian materi diperkirakan sekitar 500 juta, 3 rumah terbawa longsor (jatuh kelaut), 4 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan, kerusakan jalan sepanjang 25 M, 38 jiwa dari 9 KK kehilangan/kerusakan tempat tinggal.













Read More …

Categories:

Read More …

Categories:


Nama : Andi Zaidul Khair
No HP : 085313882223
Pin BBM : 2825f8c6
Alamat : Jl.Swadaya No.164 Desa Tanah Merah Kab.Inhil-Riau
Status : Mahasiswa
Read More …

Categories:

RSA (Rumah Sakit Apung) dr. Lie Dharmawan merapat dipelabuhan perhubungan Kuala Enok tanggal 26 Maret 2014 sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan misi kemanusiaan dalam rangka pelayanan medis secara gratis (Bedah mayor, Bedah minor dan Pengobatan umum) selama 2 hari (26-27 Maret 2014). Kedatangan doctorSHARE (RSA dr. Lie Dharmawan) disambut antusias banyak warga dan para pejabat Kecamatan Tanah Merah - Kuala Enok.














Read More …

Categories:

Potret area pemukiman di Kampung Serong, RW.03 Desa Tanah Merah - Kuala Enok. Area pemukiman yang padat penduduk ini rata-rata masih mendiami rumah dengan bahan dasar kayu (Rumah Papan), infrastuktur jalanpun masih jalan jerambah/kayu.













Read More …

Categories:

 Sejarah Kuala Enok


Sungai Perigi, Kuala Enok

Sebelum tahun 1907 Kuala Enok belum menjadi tempat pemukiman atau tempat tinggal. Jauh sebelumnya Kuala Enok hanya merupakan tempat persinggahan suku Nelayan (Laut) yang menurut kebiasaannya mereka hidup dan beranak pinak disampan/perahu kemudian singgah sambil menunggu air pasang surut.

Sebagai tradisi bangsa indonesia sejak ribuan tahun yang silam, ditambah dengan sifat yang suka merantau mencari suatu tempat yang baru maupun pekerjaan serta lahan baru dan subur, lama kelamaan akhirnya ditemukanlah suatu tempat pemukiman yang layak bagi perantau-perantau asal Johor (Malaka) yang menyusuri pantai timur sumatra dan akhirnya menemukan anak muara yang masuk ke sungai Indragiri atau Sapat Dalam.

Kelompok pelacak atau penemu tersebut pada tahun 1898 terlebih dahulu singgah dipantai-pantai dan mempersuntingkan gadis-gadis di sugai Luar yang kemudian mereka menyelusuri alur sungai dan akhirnya menemukan Sungai Pinang dengan tenaga dan peralatan yang sederhana.

Berita penemuan lahan pertanian di sungai Indragiri ( Sapat Dalam ) tersiar luas sampai ke Johor ( Malaka ), maka berdatanglah perantau-perantau Bugis lainnya untuk membuka perkebunan sebagai lahan pertanian pada tahun 1907 yang dipelopori oleh : Sake, Supu, Palla, Jumpai, dan Kasim.

Disamping perantau yang telah membuka parit sebagai lahan pertanian, maka berdatanglah perantau yang lain SOA TAO CINA sekitar tahun 1917 seperti Tan Ki Mui, Seng Ki Cio, Seng Cong Peng, Ape Daki, Hai Ki Lang, Heng Lang atau Apek Arang. lam kemudian perantau Cina ini berhasil mendirikan Togo, Jermal dan pembakaran arang. sedangakan suku Bugis yang berusaha dibidang perikanan yang pertama kali adalah : Buluk, Kallabe, Latif, dan Kuraga. Mereka ini mula-mula membagun kelong atau belat sebagai sumber penghasilan dalam menunjang berbagai bidang usahanya.

Makin hari makin ramailah tempat ini dijadikan orang sebagai suatu tempat tinggal. pada waktu itu daerah ini belum mempunyai nama, hanya merupakan tempat tinggal beberapa orang (Penduduk) yang lebih dikenal dengan nama “BAGAN ARANG“, bekas dan sisa pembakaran yang menyatu dengan tanah kemudian menjadi warna merah, maka dikenallah dengan nama TANAH MERAH.

Sedangkan asal usul nama “KUALA ENOK” menurut keterangan dari beberapa orang tua, manyatakan bahwa jauh sebelumnya daerah atau nama ini sudah ada dihulu sungai (Sungai Enok) yang telah mempunyai pemerintahan setingkat dengan kecamatan, nama tersebut “ENOK” sedang Desa KUALA ENOK berada dimuara sungai, Lalu dinamakanlah “KUALA ENOK” sampai sekarang.  

Informasi di Lensa Kuala Terapung
Read More …

Categories:

Read More …

Categories: